Sosialisasi Karthula Bhabinkamtibmas Purwajaya

Membakar Lahan dan Hutan akan mendapat sanksi pidana dan denda miliaran rupiah. Tertuang dalam UU lingkungan hidup.

Purwajaya, 20 September 2019. Giat sosialisasi tentang Karthula oleh bhabinkamtibmas Purwajaya Bripka Uwin Ari Umbara S.H dan bersama anggota Polsek Banjar agung kabupaten Tulang Bawang.  Dalam kegiatan yang berlangsung Anggota Polsek Banjar Agung tersebut langsung terjun memberikan saran ke lokasi perkebunan dimana masyarakat diperkampungan khususnya yang masih menggunakan metode pembersihan lahan dengan cara di bakar.

Sedangkan hal tersebut sangat dilarang oleh undang – undang lingkungan hidup dengan ancaman pidana maksimal sesuai hasil penyidikan dan gelar perkara nantinya.

Foto bersama dengan masyarakat kampung Purwajaya di lahan perkebunan sawit milik warga

Adapun pasal yang digunakan penyidik dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yaitu Pasal 98 dan atau Pasal 99.

Untuk Pasal 98 ayat 1 berbunyi setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp3.000.000.000 dan paling banyak Rp10.000.000.000.

Setelah memberikan sosialisasi kepada warga Bripka Uwin Ari Umbara kanan bersama dengan Aipda Katiman dan warga.

Saat di temui di lokasi sosialisasi Bripka Uwin Ari Umbara S.H selaku Bhabinkamtibmas kampung Purwajaya berkata “maka dari pada itu sosialisasi ini haruslah dilakukan karena dalam segala aspek pembersihan lahan menggunakan metode pembakaran sangat tidak di perbolehkan, karena sudah jelas Khartula tertuang dalam Undang -Undang lingkungan hidup, yang kami takutkan jika ada masyarakat yang tidak mengetahui tentang hal ini karena akan berimbas tak baik bagi siapa saja pelaku nya”.

Dilain sisi pembakaran lahan tersebut sangat tidak ramah lingkungan selain bisa meluas pembakaran tersebut mengakibatkan polusi udara dari asap terutama di lahan gambut, banyak mengandung karbon organik yang berbahaya. Di udara komposisinya mencapai 80 persen, sisanya karbon jenis lain. Karbon itu seperti gas karbon dioksida (CO2), nitrous oksida (N2O), nitrogen oksida (NOx), dan karbon monoksida (CO).

 

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan